December 2, 2021
Cara Membuat Web Stories di Website WordPress 2021

Cara Membuat Web Stories di Website WordPress 2021

Cara Membuat Web Stories di Website WordPress 2021WordPress adalah aplikasi open source atau biasanya dikenal sebagai mesin yang membuat blog. WordPress dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Baik PHP dan MySQL adalah perangkat lunak open source. Selain berfungsi sebagai blog, WordPress juga dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhannya sendiri, sehingga mulai digunakan sebagai CMS (content management system). WordPress adalah penerus resmi b2 / cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi.

Cara Membuat Web Stories di Website WordPress 2021Cara Membuat Web Stories di Website WordPress 2021

phpbbstyles Nama WordPress diciptakan oleh teman Matt Mullenweg, Christine Selleck. WordPress saat ini digunakan sebagai platform sistem manajemen konten (CMS) untuk banyak situs terkenal (seperti CNN, Reuters, The New York Times, TechCrunch, dll.). Versi terbaru WordPress adalah versi 5.4.2. WordPress dirilis di bawah Lisensi Publik Umum GNU

Baca Juga : Cara Mempercepat Kinerja WordPress 2021

Apa itu Web Stories

Web Stories adalah konten berbasis website yang berbentuk cerita. Fitur ini memungkinkan pemirsa untuk menelusuri konten dengan mengetuk (mengetuk) atau menggeser (menggesek). Saat menggunakan format Story, konten akan memenuhi layar sehingga terlihat lebih lebar dan memukau.

Meskipun Cerita Web dirancang untuk perangkat seluler, Anda sebenarnya dapat menggunakannya untuk versi desktop. Nyatanya, cerita juga bisa dibagikan. Lihat cerita CNN ini. Sekilas, Anda mungkin berpikir tentang Instagram atau Facebook Story. Sekarang, meskipun konsepnya serupa, Kisah Web itu unik.

Manfaat cerita online bagi pemilik situs web

Berikut ini adalah manfaat cerita online.
1. Bangun pengunjung Betah di situs web

Seperti makanan ringan, kebanyakan orang membutuhkan konten untuk dinikmati dengan mudah dan cepat kapan pun, di mana pun. Cerita adalah salah satu solusi terbaik. Menariknya, meski durasi ceritanya terbatas, fitur ini akan membuat orang betah saat browsing konten dalam waktu lama. Perusahaan fintech Kenya Boost membuktikan hal ini. Menurut situs web “website is me”, keberadaan cerita web memungkinkan Boost untuk meningkatkan waktu yang dibutuhkan dari 20 detik menjadi 4 menit. Faktanya, 87% orang mengklik hingga akhir cerita. Luar biasa, bukan.

2. Maksimalkan lalu lintas potensial

Anda tahu, Google dengan jelas mendukung Cerita Web di halamannya. Telusuri melalui Google, Google Discover, atau Google Gambar. Artinya dibandingkan hanya menggunakan Instagram Stories, Fleet atau fitur media sosial lainnya, potensi trafik website jauh lebih besar. Selain itu, hampir 4 miliar orang di dunia adalah pengguna Google, dan 61% lalu lintas berasal dari perangkat seluler. Bayangkan manfaat Cerita Web dapat menarik khalayak luas!

3. Mendorong pertobatan

Ingin mengubah fungsi “Web Story” menjadi halaman login. Anda bisa! Saat membuat Cerita Web, Anda bebas menginstal CTA. Jelajahi sekarang, beli sekarang, unduh Story dapat langsung membawa audiens ke pembelian atau halaman apa pun yang Anda inginkan. Faktanya, cara ini terbukti efektif untuk Instagram story. Menurut laporan dari SWAT.IO, Stories telah menaikkan tarif kartu kredit sebesar 15-25%.

Cara membuat cerita web di WordPress

Memang tidak ada kerumitan cara membuat cerita online. Ini sesederhana membuat cerita di Instagram, itu hanya menggunakan platform situs web. Begini caranya:

1. Instal plugin Cerita Web

Pertama, Anda perlu menginstal plugin Web Stories terlebih dahulu. Plug-in adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan fungsionalitas ke situs web. Sangat mudah untuk menginstal. Silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Masuk ke menu plugin melalui dashboard WordPressMasuk ke menu plugin melalui dashboard WordPress

Sekarang, pertama masuk ke dasbor WordPress Anda. Kemudian, masuk ke halaman plugin dengan mengklik Plug-in → Add New. Anda sekarang berada di halaman plugin, jadi Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya: cari plugin Cerita Web.

Unduh dan aktifkan plugin Cerita Web

Agar cepat, masukkan kata kunci “Web Stories” di kotak pencarian. Setelah beberapa saat, plugin “Web Stories” akan muncul. Silakan klik Instal sekarang.
Unduh plugin Kisah Web. Setelah menginstal plug-in Web Stories, tekan “Activate”, lalu tunggu beberapa saat untuk mengaktifkan plug-in.

Plugin cerita web telah berhasil diinstal. Sekarang, di dashboard WordPress, Anda akan menemukan menu “Stories”. Artinya plugin Web Stories telah berhasil diinstal. Sekarang, Anda siap membuat Cerita Web di WordPress. Mari kita lanjutkan ke langkah berikutnya.

2. Buat Web Stories

Silakan masuk ke halaman cerita. Dari sini, klik tombol “Buat Cerita Baru”.

3. Berikan judul

Sekarang Anda siap mendesain kanvas putih kosong. Di bagian atas, berikan judul cerita sesuai kebutuhan. Jika demikian, pilih “Simpan Draf” untuk menyimpan hasil desain.

4. Sisipkan gambar ke dalam kanvas cerita

Cara membuat web story di WordPress selanjutnya adalah dengan memasukkan gambar ke dalam kanvas. Kabar baiknya adalah Web Stories telah menyediakan template yang dapat Anda gunakan kapan saja, dan Anda dapat memodifikasinya sendiri. Selain templat, Anda juga dapat menggunakan gambar dari perpustakaan media WordPress atau mengunggah gambar baru dari sumber lain. Setelah memilih gambar, sesuaikan ukuran di kanvas sesuai kebutuhan. Jika iya, maka Anda bisa terus belajar cara membuat Web Stories di WordPress.

5. Tambahkan teks

Untuk membuat Cerita Web lebih lengkap, tambahkan teks di kanvas. Lakukan ini dengan mengklik simbol “teks” di sidebar kiri. Menariknya, Web Stories menyediakan berbagai fungsi pengeditan teks. Anda dapat mengatur judul, ukuran, warna, mengubah jenis font, dan sebagainya.

6. Unggah cerita

Sekarang, Anda telah mencapai langkah terakhir tentang cara membuat Cerita Web di WordPress. Melakukannya semudah mengklik tombol “Publikasikan”. Namun, jika Anda amati, akan ada ikon peringatan di tombol tersebut.

Ikon peringatan meminta Anda untuk memeriksa menu “Daftar” di kolom kanan. Nah, di menu ini, Anda akan melihat berbagai saran untuk mengoptimalkan Web Stories. Misalnya jumlah halaman dan teks, poster, dll.

Anda dapat memilih untuk mengabaikan atau mengikuti daftar. Jika sudah memutuskan, sekarang saatnya mengklik “Publikasikan”. Nanti, Anda akan ditawarkan untuk menambahkan Cerita Web sebagai postingan baru di blog. Jika Anda memilih “Ya”, “Cerita Web” akan disematkan di konten blog Anda.

Lebih dari 5 fitur cerita web yang harus Anda ketahui

Selain cara membuat Web Stories di WordPress pada bagian sebelumnya, Anda juga bisa memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia untuk memaksimalkan Stories. Ada yang mana? Yuk simak komentarnya.

1. Tambahkan halaman baru

Berbeda dengan Stories yang biasanya digunakan di media sosial, Web Stories memungkinkan Anda untuk membuat dan mengunggah banyak halaman sekaligus. Caranya adalah dengan mengklik ikon + di bagian bawah kanvas. Setelah jangka waktu tertentu, Anda akan mendapatkan kanvas ekstra.

2. Halaman duplikat

Jika Anda ingin menambahkan halaman yang persis sama dengan desain sebelumnya, Anda dapat mengklik ikon “halaman duplikat”. Tidak masalah, Anda bisa langsung mendapatkan kanvas yang sama persis.

3. Ubah urutan halaman

Apakah Anda ingin mengubah tata letak halaman “Kisah Web”? Mudah. Cukup klik kanvas yang ingin Anda pindahkan, tekan lama, lalu seret ke posisi yang diinginkan. Seiring waktu, tata letak halaman “Web Stories” akan berubah sesuai keinginan Anda.

4. Edit cerita yang diterbitkan

Setelah mempublikasikan cerita, terkadang Anda akan menemukan beberapa kesalahan, seperti kesalahan ketik atau kesalahan lainnya. Untungnya, Cerita Web bahkan menyediakan fungsi editor untuk Cerita yang diunggah. Tak heran, fitur ini bisa jadi fitur favorit Anda saat membuat Web Stories. Anda dapat mengedit cerita kapan saja tanpa harus membuatnya ulang. Setelah Anda selesai mengedit, jangan lupa untuk mengklik tombol “Perbarui” untuk memperbarui cerita.

5. Jadwalkan waktu rilis

Mau tau bagaimana cara membuat cerita online yang lebih praktis dan cepat, fungsi cerita online ini niscaya akan mempermudah pekerjaan anda. Anda dapat menjadwalkan waktu publikasi Cerita Web. Karenanya, Anda dapat mengunggah cerita tepat waktu tanpa memperhatikan jam.

6. Tetapkan durasi cerita jaringan

Fungsi cerita jaringan berikutnya, atur durasinya. Fungsi cerita jaringan memungkinkan Anda mengatur durasi hingga 20 detik.

Cara membuat cerita web Mejeng di Google

Jika Anda ingin Cerita Web ditampilkan dengan lebih mudah di Google, lakukan hal berikut.

1. Lengkapi meta-data cerita online

Metadata membantu SEO cerita online dengan memberi tahu informasi Google tentang cerita tersebut. Misalnya, judul, deskripsi, URL, dll. Karenanya, cerita terkait akan lebih mudah menempati mesin pencari Google.

Baca Juga : Mengenal Prosesor Zorba Xquery Lebih Detail

Nah, sama seperti mengatur SEO artikel di WordPress, Anda bisa mengatur metadata “Story” melalui menu “Documents”. Anda perlu mengisi beberapa atribut:

* Logo penerbit: gambar logo pelaku yang memposting cerita;
* Gambar poster: Poster Cerita Web, rasionya 3 × 4;
* Deskripsi cerita: deskripsi konteks cerita Web;
* Tautan permanen: URL cerita web.

2. Gunakan pengujian AMP untuk memastikan cerita web yang efektif

Google AMP (Accelerated Mobile Pages) adalah teknologi yang mempercepat pemuatan halaman situs web di perangkat seluler. Fitur ini berdampak besar pada performa SEO. Ini karena Google menyukai halaman web yang ringan dan rasio pentalan yang rendah.

Sekarang sebagai referensi, cerita web (sebelumnya cerita AMP) dibuat dengan mengadaptasi format AMP. Artinya Web Stories sangat ringan dalam hal loading dan lebih mudah ditampilkan di Google terutama di versi mobile.

Namun sebelum itu, Anda harus memastikan bahwa Cerita Web AMP valid agar orang dapat menemukannya. bagaimana itu? Sangat mudah untuk memeriksa validitas Cerita Web. Gunakan “AMP Test” untuk memeriksa halaman “Web Stories”. Jika berhasil, artinya Anda dapat mengakses cerita web Anda.

Maksimalkan fungsi cerita online untuk mencapai konversi yang lebih baik

Pada poin ini, Anda sudah memiliki pemahaman yang baik tentang cara membuat Web Stories di WordPress, yaitu:

Waktu yang dibutuhkan: 10 menit.

* Pasang plugin Cerita Web;

* Buat cerita;

* Beri judul;

* Masukkan gambar ke dalam kanvas Cerita;

* Tambahkan teks;

* Unggah cerita

Nah, agar bisa lebih mudah mengatur cara membuat web story, Anda bisa menggunakan berbagai fungsi yang tersedia. Misalnya menambah halaman baru, menjadwalkan waktu publikasi, dan lain sebagainya.

Jika demikian, jangan lupa untuk mengoptimalkan kisah web SEO agar lebih mudah dijalankan di Google. Ini dapat digunakan di Google Search, Google Discovery atau Google Images. Semakin mudah menemukan Cerita Web, semakin besar potensi lalu lintas dan konversi situs web.